Rabu, 24 Desember 2008

kacamatasayayangbermatakaca by mikerk (www.bigmike-savannaland.blogspot.com)

saya dan kacamata

saya

kacamata

kacamata saya

saya kacamata

mata kaca saya

mata

kaca

saya


kaca kaca kaca kaca ka ca ka ca ka ka ka ka ka ka ka ca ca ca ca ca ca ca cak cak cak

mata mata mata mata ma ta ma ta ma ma ma ma ma ma

ma ma mau mau mau mau ta ta ta ta ta tak tak tak tak tak


mau mau tak tak

tak tak

mau mau

tak tak mau mau

mau tak mau

tak mau tak


tak kacamata tak mau tak

tak mau mata tak mau kaca

tak mau kaca tak mau mata

tak mau kaca mata

tak mau

tak


tak kacamata mau tak mau

mau tak mau kaca

mau tak mau mata

mata mau kaca mau

mau tak mau kacamata


mata mau kaca tak

kaca mau mata tak

mau tak mau mata

mau tak mau kaca

kaca tak

mata tak

kaca mau

mata mau

mau kaca mau mata

mau kacamata

mau


mama kaca

mata saya

mama saya kacamata

kacamata mama saya

kaca saya ada di mata mama

mata mama saya berkaca-kaca


saya kaca

saya mata

mata saya

kaca saya

mana mama saya

mana kacamata mama saya

mana mata mama saya yang berkaca-kaca

mana kaca saya yang bermata di mata mama

mana mata saya yang berkaca-kaca


kacamata saya

adalah

mata saya yang berkaca-kaca


kau?

Minggu, 21 Desember 2008

setiap hari adalah hari ibu (by taman hati)

Bunda selamat hari ibu

Benar, ini tanggal 23, bukan 22

Tak apa

Sebab untukku setiap hari adalah hari Ibu

dari tanggal 1 sampai 31, juga selanjutnya

Bunda tahu,

Bila semua udara bernama cinta

dan bisa kupersembahkan untukmu

Itu tentu belum cukup

dan tak akan pernah cukup

untuk membalas semua kasihmu

yang mengalir

di nadi dan jalanku

: Selamat hari Ibu!

Selamat hari cinta!

Kamis, 11 Desember 2008

syair empat kartu di tangan (by taufiq ismail)

Ini bicara blak-blakan saja, bang
Buka kartu tampak tampang
Sehingga semua jelas membayang

Monoloyalitas kami
sebenarnya pada uang

Sudahlah, ka-bukaan saja kita bicara
Koyak tampak terkubak semua
Sehingga buat apa basi dan basa

Sila kami
Keuangan Yang Maha Esa

Jangan sungkan buat apa yah-payah
Analisa psikis toh cuma kwasi ilmiah
Tak usahlah sah-susah

Ideologiku begitu jelas
ideologi rupiah

Begini kawan, bila dadaku jalani pembedahan
Setiap jeroan berjajar kelihatan
Sehingga jelas sebagai keseluruhan

Asas tunggalku
memang keserakahan.

Selasa, 09 Desember 2008

sajak seorang tua di bawah pohon

inilah sajakku

seorang tua yang berdiri di bawah pohon meranggas
dengan kedua tangan kugendong di belakang
dan rokok kretek yang padam di mulutku

aku memandang jaman
aku melihat gambaran ekonomi
di etalase toko yang penuh merk asing
dan jalan - jalan bobrok antar desa
yang tidak memungkinkan pergaulan
aku melihat penggarongan dan pembusukan
aku meludah di atas tanah

aku berdiri di muka kantor polisi
aku melihat wajah berdarah seorang demonstran
aku melihat kekerasan tanpa undang - undang
dan sebatang jalan panjang
penuh debu
penuh kucing - kucing liar
penuh anak - anak berkudis
penuh serdadu - serdadu yang jelek dan menakutkan

aku berjalan menempuh matahari
menyusuri jalan sejarah pembangunan
yang kotor dan penuh penipuan
aku mendengar orang berkata :


"HAK ASASI MANUSIA TIDAK SAMA DI MANA - MANA
DISINI, DEMI IKLIM PEMBANGUNAN YANG BAIK
KEMERDEKAAN BERPOLITIK HARUS DIBATASI
MENGATASI KEMISKINAN
MEMINTA PENGORBANAN SEDIKIT HAK ASASI"


astaga, tahi kerbo apa ini !!


apa disangka kentut bisa mengganti rasa keadilan ?
di negeri ini hak asasi dikurangi
justru untuk membela yang mapan dan kaya
buruh, tani, nelayan, wartawan dan mahasiswa
dibikin tidak berdaya

o, kepalsuan yang diberhalakan
berapa jauh akan bisa kau lawan kenyataan kehidupan

aku mendengar bising kendaraan
aku mendengar pengadilan sandiwara
aku mendengar warta berita
ada gerilya kota merajalela di eropa
seorang cukong bekas kaki tangan fasis
seorang yang gigih, melawan buruh
telah diculik dan dibunuh
oleh golongan orang - orang marah

aku menatap senjakala di pelabuhan
kakiku ngilu
dan rokok di mulutku padam lagi
aku melihat darah di langit
ya ! ya !
kekerasan mulai mempesona orang
yang kuasa serba menekan
yang marah mulai mengeluarkan senjata
bajingan dilawan secara bajingan
ya!
inilah kini kemungkinan yang mulai menggoda orang
bila pengadilan tidak menindak bajingan resmi
maka bajingan jalanan yang akan mengadili
lalu apa kata nurani kemanusiaan ?
siapakah yang menciptakan keadaan darurat ini ?
apakah orang harus meneladan tingkah laku bajingan resmi ?
bila tidak, kenapa bajingan resmi tidak ditindak ?
apakah kata nurani kemanusiaan ?

o, senjakala yang menyala !
singkat tapi menggetarkan hati !
lalu sebentar lagi orang kan mencari bulan dan bintang - bintang !

o, gambaran - gambaran yang fana !
kerna langit di badan tidak berhawa
dan langit di luar dilabur bias senjakala
maka nurani dibius tipudaya

ya ! ya !
akulah seorang tua !
yang capek tapi belum menyerah pada mati
kini aku berdiri di perempatan jalan
aku merasa tubuhku sudah menjadi anjing
tetapi jiwaku mencoba menulis sajak
sebagai seorang manusia

Minggu, 07 Desember 2008

puisi untuk kambing dan sapi (by gubugragil – www.amor2005.multiply.com)

Suara dan bau mu mengelilingi area rumahku..
Tak seperti biasa aku menghirup udara pagi bercampur bau mu yang khas
Embek…Embek..
Begitulah suara mu..
Betapa kasihannya engkau…
Diikat leher mu hingga sekuat kuatnya berharap agar kau tidak kabur
Mowwww…Mowww..
Tapi engkau tak sendiri..
Banyak teman senasib sepenanggungan menemanimu..
Bahkan teman besar mu yang ukuranmu 5 x kali ukuran mu juga menemanimu..
Ikhlaskan duhai engkau..
Karena engkau merupakan pijakan kami menuju Surga..
Aku tersadar..
Akan kutunaikan salah satu perintahNya..
Idul Adha.
.

Sabtu, 06 Desember 2008

ibu by khalil gibran

Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir - bibir manusia.Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.

Ibu adalah segalanya. Ibu adalah penegas kita dilaka lara, impian kta dalam rengsa, rujukan kita di kala nista.

Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi. Siapa pun yang kehilangan ibunya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa merestui dan memberkatinya.

Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu. Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.

Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian.
Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan. Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya.
Pepohonan dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.

Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.
Penuh cinta dan kedamaian.

Sabtu, 29 November 2008

nyanyian hujan by khalil gibran

Aku ini percikan benang-benang perak yang dihamburkan dari syurga oleh dewa-dewa.
Alam raya kemudian meraupku, bagi menyirami ladang dan lembahnya.

Aku ini taburan mutiara, yang dipetik dari mahkota Raja Ishtar, oleh puteri Fajar,
untuk menghiasi taman-taman mayapada.

Pabila kuurai air mata, bukit-bukit tertawa;
Pabila aku meniup rendah, bunga-bunga gembira,
Dan bila aku menunduk, segalanya cerah-ceria.

Ladang dan awan mega berkasih-mesra,
Di antara mereka aku pembawa amanat setia,
Yang satu kulepas dari dahaga,
Yang lain kuubati dari luka.

Suara guruh mengkhabarkan kedatanganku
Pelangi di langit menghantar pemergianku,
Bagai kehidupan duniawi, diriku,
Dimulakan pada kaki kekuatan alam,
Dan diakhiri di bawah sayap kematian.

Aku muncul dari dalam jantung samudera,
Melayang tinggi bersama pawana,
Pabila kulihat ladang memerlukanku,
Aku turun, kubelai mesra bunga-bunga dan pepohonan
Dalam berjuta cara.

Jemariku lembut bermain pada jendela-jendela kaca
Dan berita yang kubawa membawa bahagia,
Semua orang dapat mendengarnya, namun hanya yang peka,
Dapat memahami maknanya.

Panas udara melahirkan aku,
Namun sebagai balasannya aku membunuhnya,
Laksana wanita yang mengungguli jejaka,
Dengan kekuatan yang dihisap daripadanya.

Diriku helaan nafas samudera
Gelak tertawa padang ladang,
Dan cucuran air mata dari syurga.

Maka, disertai cinta kasih -
dihela dari kedalaman laut kasih-sayang;
tertawa ria dari rona padang jiwa,
air mata dari kenangan syurga abadi.

Selasa, 25 November 2008

ganti saja pancasila by umi lasmina (www.puisiumipoet.wordpress.com)

Dengan sejuta maaf dan sembah takjim pada Pendiri Bangsa tercinta 1945 aku berkata:

Ganti saja Pancasila

Nyatanya faktanya sila Indonesia tak lagi lima

Tertinggal dua atau satu sila saja

Bisa jadi hanya sila kesatu, meski tidak Esa

Nyatanya: seakan Tuhan menyuruh membunuh umat Tuhan yang lain?

Nyatanya: seakan Tuhan memaksa umat seagama mengusir sesamanya

Nyatanya:

Orang-orang tak berpunya, ratusan juta butuh angkutan murah,

tak jua tersedia kendaraan angkut massif

Bagaimana angkut sayuran, palawija atau dagangan bila tak ada yang mengakut?

Jangan tanya Presiden yang dipilih olehmu, jangan tanya menteri yang ditunjuk olehnya

Karena mereka tidak bodoh, tidak berani dan sedikit pengecut

dan mereka bukan karibnya Chavez, takut berdekatan dengan Castro

Ganti saja Pancasila

Apa arti Persatuan Indonesia

Nyatanya: perbedaan budaya dan adat adalah pemisahan teritorial

Nyatanya: atas nama otonomi, otoritas, dan kelola

Pemekaran kabupaten, provinsi; memakan dana merenggangkan saudara

Ganti saja Pancaila

Apa arti Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksaan dalam Permusyarawaratan Perwakilan

Nyatanya: bukan hikmat apalagi bijaksana, segala kebijakan dicipta

Nyatanya: lobi, takar-timbang kepentingan segelintir,

uang dan kekuasaan jadi pemimpin,

pastinya bukan musyawarah

Ganti saja Pancasila

Apa ada Kemanusiaan yang adil dan beradab di sini

Nyata dan fakta:

Setiap bulan saudaraku terusir dari rumah tinggalnya

Bukan oleh penjajah Belanda, Jepang, tapi oleh Satpol PP, bangsa sendiri,

sama warna kulitnya, sama-sama makan nasi

Ganti saja Pancasila

Biar anak-anak, remaja dan orang dewasa tahu,

Indonesia adalah Negara Kapitalis berTuhan, berzakat tiap tahun, berkorupsi tiap bulan

Ganti saja Pancasila

Biar anak-anak, remaja dan semua orang dewasa paham,

Pancasila sudah diubah oleh mentri-mentri, anggota-anggota DPR

menjadi berdasar Pasar, berdasar investasi, berdasar pengusaha

tak peduli Rakyat

Ganti saja Pancasila

Biar anak-anak, remaja dan orang dewasa mudah serap, belajar ideologi baru,

banyak contoh banyak aplikasi:

Marsinah dibunuh, Munir dibunuh, rakyat ditindas rumah tergusur, pasar tradisional mati,

mal-mal dibangun, warung-warung tidak laku, indomaret-alfamaret merangsak merajalela

Itulah dasar negara Indonesia baru, dasar negara Kapitalis-birokrat, berbalut otoriter nan santun

percaya pada Tuhan, menTuhankan uang

Ganti saja Pancasila

Bhineka Tunggal Ika, hampir hilang makna

Soeharto sukses manunggal keseragaman

kini DPR dan pemerintah siap lahirkan

Undang-undang berpihak ‘kesucian’ dan ‘kepedulian’

yang belum tentu Indonesia, belum tentu Nusantara

Ya, silahkan Ganti saja Pancasila dengan Panca-pancaan baru, dasar negara baru, sila: berlambang Garuda dengan lima simbol Dollar, Huruf Arab, Mobil Mercedes, dan Sekolah Swasta

Sabtu, 22 November 2008

building by douglas malloch

Brick by brick the Masons builded
Till the highest cross was gilded
With the glory of the sun,
Till the noble task was done.
Step by step and one by one
Wall and rafter, roof and spire
Men were lifting ever higher,
Not in some mysterious way —
With the tasks of every day.
Architects may do their dreaming,
See their visioned turrets gleaming
High above them in the skies;
Yet the wisdom of the wise
Cannot make one roof arise —
Hearts must sing and hands must labor,
Man must work beside his neighbor,
Brick on brick and toil on toil
Building upward from the soil.

So we build a lodge or nation,
On the firmly fixed foundation
Of a flag or craft or creed;
But on top of that we need
Many a noble thought and deed,
Day by day and all the seven,
Building slowly up to heaven,
Till our lives the lives shall seem
Of the Master Builder's dream.

Sabtu, 15 November 2008

tentang cinta by khalil gibran

Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,
Walau jalannya sukar dan curam.
Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya.
Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.


Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.
Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.
Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia
kan menyalibmu.


Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu, demikian pula dia ada untuk pemanakasanmu.

Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.
Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.

Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.


Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.
Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.
Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.
Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;

Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.

Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.


Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta, supaya bisa kaupahami rahasia hatimu, dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.

Namun pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.

Maka lebih baiklah bagimu kalau kaututupi ketelanjanganmu dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.

Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa, tapi tak seluruh gelak tawamu, dan menangis, tapi tak sehabis semua airmatamu.


Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.
Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki; Karena cinta telah cukup bagi cinta.

Pabila kau mencintai kau takkan berkata, “Tuhan ada di dalam hatiku,” tapi sebaliknya, “Aku berada di dalam hati Tuhan”.


Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta, sebab cinta, pabila dia menilaimu memang pantas, mengarahkan jalanmu.

Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya.

Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan, biarlah ini menjadi aneka keinginanmu:


Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali, yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.

Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.
Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;
Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.
Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;

Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;


Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu dan sebuah gita puji pada bibirmu.

Kamis, 13 November 2008

satu by sutardji colzoum bachri

kuterjemahkan tubuhku ke dalam tubuhmu
ke dalam rambutmu kuterjemahkan rambutku
jika tanganmu tak bisa bilang tanganku
kuterjemahkan tanganku ke dalam tanganmu
jika lidahmu tak bisa mengucap lidahku
kuterjemahkan lidahku ke dalam lidahmu
aku terjemahkan jemariku ke dalam jemarimu
jika jari jemarimu tak bisa memetikku
ke dalam darahmu kuterjemahkan darahku
kalau darahmu tak bisa mengucap darahku
jika ususmu belum bisa mencerna ususku
kuterjemahkan ususku ke dalam ususmu
kalau kelaminmu belum bilang kelaminku
aku terjemahkan kelaminku ke dalam kelaminmu

daging kita satu arwah kita satu
walau masing jauh
yang tertusuk padamu berdarah padaku

Senin, 10 November 2008

persetujuan dengan bung karno by chairil anwar

Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji
Aku sudah cukup lama dengan bicaramu
dipanggang diatas apimu, digarami lautmu

Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945
Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu
Aku sekarang api aku sekarang laut

Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat
Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar
Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh

Sabtu, 08 November 2008

Guantanamo by slamet widodo

Di sebuah tempat
di teluk guantanamo kuba
di luar jurisdiksi amerika
digunakan untuk penjara
untuk menghukum teroris dunia

Bila penjara itu di wilayah amerika
jelas melangar undang-undangnya
sebuah plintiran rekayasa
menyelesaikan sementara
tapi sorotan tajam ham dunia
tak pernah melepasnya

11 september 2002 tahun rembulan
amerika sang adidaya dipermalukan
world trade center lambang kedigdayaan
oleh osama bin laden diledakkan

Dua pesawat bajakan ditabrakkan
dua gedung seperti krupuk dihancurkan
merasa kebingungan dan dilecehkan
genderang perang langsung dinyatakan
melindungi warganya dari ancaman

Orang-orang tak berdosa mati sia-sia
dua ribu orang lebih jadi korbannya
tergencet beton terpanggang api
mereka mati sia-sia

Tindakan preventif berlebihan dilakukan
perang lawan terorisme dicanangkan
penggeledahan dilakukan
balas dendam diproklamirkan

Sebuah penjara
untuk para tersangka disiapkan
yang dicurigai dicomot dimasukan
tanpa proses pengadilan

Para tersangka itu
diminta untuk mengaku
segala cara dilakukan
segala cara dihalalkan
dalam perang hanya dua pilihan
menembak atau ditembak

Para tersangka itu
dengan rayuan atau kekerasan
diminta memberi kesaksian
metode teror diterapkan
bila seseorang takut kegelapan
di ruang bawah tanah is dimasukkan

Bila pesakitan belum mengaku
dengan setrum disiksa sampai pingsan
dengan jepitan dibuat mengerang-erang
dengan pukulan badan jadi biru lebam
kesakitan fisik akan melahirkan pengakuan
yang tak bersalah bisa bisa mati duluan

Bila tetap tak mengaku
dokter dan psikolog didatangkan
pesakitan diperiksa dan dicari kelemahan
dokter yang sumpahnya menyembuhkan
justru memberi sakit yang berlebihan
di sini tak ada hukum
di sini tak ada ham
yang ada balas dendam
dan luapan kebencian

Amerika bilang mereka teroris
mereka bilang amerika teroris
kita tak tahu siapa yang teroris
orang-orang mati dan carat berjatuhan
orang-orang tak berdosa jadi korban
ohh...saling balas dendam
kenapa selalu terjadi dalam kehidupan?

Penindasan melahirkan ketakutan
ketakutan melahirkan kenekatan
sehingga mati bunuh diri
bagi si tertindas adalah kebahagian
karena dapat melepaskan
katup dendam dan kebencian

Mereka yang dilepaskan
luka batin menggores sukma
sakit hati tak mungkin diobati
balas dendam tiap saat dapat diledakkan

Guantanamo
yang teroris sebenarnya siapa?
guantanamo
monumen kebencian dan balas dendam
Guantanamo
monumen hak asasi yang dilecehkan
oleh negara yang menganjurkan demokrasi

Bom bunuh diri tetap saja berdentuman
korban orang-orang tak berdosa berjatuhan
guantanamo tak pecahkan permasalahan!

Minggu, 02 November 2008

november rain by guns N roses


When I look into your eyes
I can see a love restrained
But darlin' when I hold you
Don't you know I feel the same

'Cause nothin' lasts forever
And we both know hearts can change
And it's hard to hold a candle
In the cold November rain

We've been through this such a long long time
Just tryin' to kill the pain

But lovers always come and lovers always go
An no one's really sure who's lettin' go today
Walking away

If we could take the time to lay it on the line
I could rest my head
Just knowin' that you were mine
All mine
So if you want to love me
then darlin' don't refrain
Or I'll just end up walkin'
In the cold November rain

Do you need some time...on your own
Do you need some time...all alone
Everybody needs some time...on their own
Don't you know you need some time...all alone

I know it's hard to keep an open heart
When even friends seem out to harm you
But if you could heal a broken heart
Wouldn't time be out to charm you

Sometimes I need some time...on my
own Sometimes I need some time...all alone
Everybody needs some time...on their own
Don't you know you need some time...all alone

And when your fears subside
And shadows still remain
I know that you can love me
When there's no one left to blame
So never mind the darkness
We still can find a way
'Cause nothin' lasts forever
Even cold November rain

Don't ya think that you need somebody
Don't ya think that you need someone
Everybody needs somebody
You're not the only one
You're not the only one

Sabtu, 01 November 2008

Ibunda Tercinta by Umbu Landu Paranggi (presiden penyair malioboro)

Perempuan tua itu senantiasa bernama:
duka derita dan senyum yang abadi
tertulis dan terbaca, jelas kata-kata puisi
dari ujung rambut sampai telapak kakinya

Perempuan tua itu senantiasa bernama:
korban, terima kasih, restu dan ampunan
dengan tulus setia telah melahirkan
berpuluh lakon, nasib dan sejarah manusia

Perempuan itu senantiasa bernama:
cinta kasih sayang, tiga patah kata purba
di atas pundaknya setiap anak tegak berdiri
menjangkau bintang-bintang dengan hatinya dan janjinya

Kamis, 30 Oktober 2008

Papi Mewanti Anak by remy sylado


Nak, jamannya sudah terbalik
masa silam bukan yang terbaik

Tidak usah jadi pemimpin
lebih aman jadi pemimpi

Pandai-pandai bilang ya'
jangan sekali-sekali bilang ta'

Kepada bosmu jangan tulus
malah perlu akal bulus

Korupsi perlu kau jalani
sebab ia adalah budaya kini

Cari istri yang membawa mujur
tak perlu yang berbakat jujur

Jangan main cinta dengan istri orang
sejauh suaminya tidak mengetahui

Orang lain boleh miskin menderita
asal kau kaya sendiri habis perkara

Kalau kau masuk neraka nanti
itu di luar tanggungjawab Papi.

Rabu, 29 Oktober 2008

Karjo Jadi Pemilih by agustinus wahyono

Masa kampanye nyentrik sekali
Karjo didatangi orangorang

Orang I :
"Kaos gratis untukmu.
Coblos nomor ini, ya?"

Orang II :
"Kalender gratis untukmu.
Pilih gambar itu, ya?"

Orang III :
"Bandana gratis untukmu.
Dukung partai anu, ya?"

Orang IV :
"Sedikit sumbangan untukmu.
Ingat selalu dari siapa, ya?"

Orang V :
"Bingkisan sederhana untuk keluarga.
Jangan lupa besok pemilu, ya."

Waktu pemilu memanggil massa
Karjo mencoblos logo kelimanya *

"Jujur, adil dan akur," pikirnya

pantun sumpah pemuda by bambang priantono

Kusulam bendera merah putih dengan benang
Merah yang berani, putihnya yang suci
Tanggal 28 Oktober haruslah dikenang
Sebagai masa bangsa-bangsa jadi satu jatidiri

Gunung Talang, Gunung Kelimutu
Jaraknya jauh tapi sama berapinya
28 Oktober berbagai suku menyatu
Jadi satu, yakni bangsa Indonesia

Tanah Riau terkenal gurindam dua belas
Tanah Jawa terkenal seni wayangnya
Bersatu dari barat-timur menolong tertindas
Demi mewujudkan bangsa yang dicita-cita

Hutan lebat melimpah rusa
Melihat mereka mengundang rindu
Bahasa mencerminkan bangsa
Dengan bahasa marilah kita berpadu

Siti Aisyah menenun perca
Disusun-susunnya menjadi kain nan indah
Janganlah persatuan ini binasa
Jangan karena ego bangsa kita terpecah

Selasa, 28 Oktober 2008

Terkenang celana Pak Guru by Joko Pinurbo (1996)


Masih pagi sekali, Bapak Guru sudah siap di kelas. Kepalanya yang miskin dan merana terkantuk-kantuk, kemudian terkulai di atas meja. Kami, anak-anak yang bengal dan nakal, beriringan masuk sambil mengucapkan, “Selamat pagi, Bapak Guru!” Bapak Guru tambah nyenyak. Dengkur dan air liurnya seakan mau mengatakan, “Bapak sangat lelah.”
Hari itu mestinya pelajaran Sejarah. Bapak Guru telah berjanji menceritakan kisah para pahlawan yang potretnya terpampang di seluruh ruang.Tapi kami tak tega membangunkannya. Kami baca di papan tulis, “Baca halaman 10 dan seterusnya. Hafalkan semua nama dan peristiwa.”
Sudah siang, Bapak Guru belum juga siuman. Hanya rit celananya yang setengah terbuka seakan mau mengatakan, “Bapak habis lembur semalam.” Ada yang cekikikan. Ada yang terharu dan mengusap matanya yang berkaca-kaca. Ada pula yang lancang membelai-belai gundulnya sambil berkata, “Kasihan kepala yang suka ikut penataran ini.”
Sekian tahun kemudian kami datang mengunjungi seorang sahabat yang sedang tidur di dalam makam di bekas lokasi sekolah kami. Kami lihat seorang lelaki tua terbungkuk-bungkuk membukakan pintu kuburan. “Silakan,” katanya. “Dia Pak Guru kita itu!” temanku berseru. “Kau ingat rit celananya yang setengah terbuka?” “Tenang. Jangan mengusik ketenteramannya,” aku memperingatkan.
“Dia pasti damai dan bahagia di tempat yang begini bersih dan tenang,” kata temanku sambil menunjuk nisan sahabatnya. “Kelak aku juga ingin dikubur di sini.” “Ah, jangan berpikir yang bukan-bukan,” timpalku. Sementara si penjaga kuburan yang celananya congklang dan rambutnya sudah memutih diam-diam mengawasi kami dari balik pohon kamboja.

Senin, 27 Oktober 2008

Ketika Sapi Membaca Puisi Di Depan Pak Kiai (http://amienstein.tripod.com/)

Itukah manusia Pak Kiai?
yang membunuh dan memperkosa anak kandungnya
dan masih merasa tak berdosa

Itukah manusia Pak Kiai?
negara2 tetangga diperangi dan dikuasai
tetapi mulutnya berbusa ngomong moral dan Hak Asasi

Itukah manusia Pak Kiai?
yang beristri empat dan sholat tak henti-henti
tetapi melihat manusia beragama lain dicincang dan dibunuhi
pura-pura tak melihat dan tak mengerti
Sebaliknya kalau melihat yang seagama dijahili
ribut dan pontang-panting kesana kemari

Itukah manusia Pak Kiai?
yang terkena sindrom disentasi
maling ayam hidup2 dibakar
maling trilyunan diwisatakan di pulau hingar-bingar

Itukah manusia Pak Kiai?
yang menusuk2 perut Bunda Bumi
setelah itu semua rambutnya digunduli
walau Bunda menangis, tetap saja tak perduli

Itukah manusia Pak Kiai?
ataukah binatang yang mengingkari jati diri
ataukah binatang yang tak pernah mengaku berevolusi
ataukah binatang yang mengaku malaikat2 suci
MMmmouuoooohhhhhh..........................
Huhahuhaaaahaaaaaaa..................
peradaban sejauh ini koq seperti komedi

Itukah manusia Pak Kiai?
sepertinya kami koq lebih berbudi
kami persembahkan tubuh kami untuk kesejahteraan makhluk2 Ilahi

Terima kasih Pak Kiai
atas kesempatan ini

Minggu, 26 Oktober 2008

Sajak Seorang TUA untuk isterinya by rendra

Aku tulis sajak ini
untuk menghibur hatimu
Sementara kau kenangkan encokmu
kenangkanlah pula masa remaja kita yang gemilang
Dan juga masa depan kita
yang hampir rampung
dan dengan lega akan kita lunaskan.

Kita tidaklah sendiri
dan terasing dengan nasib kita
Kerna soalnya adalah hukum sejarah kehidupan.
Suka duka kita bukanlah istimewa
kerna setiap orang mengalaminya.

Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh
Hidup adalah untuk mengolah hidup
bekerja membalik tanah
memasuki rahasia langit dan samodra,
serta mencipta dan mengukir dunia.
Kita menyandang tugas,
kerna tugas adalah tugas.
Bukannya demi sorga atau neraka.
Tetapi demi kehormatan seorang manusia.

Kerna sesungguhnyalah kita bukan debu
meski kita telah reyot, tua renta dan kelabu.
Kita adalah kepribadian
dan harga kita adalah kehormatan kita.
Tolehlah lagi ke belakang
ke masa silam yang tak seorangpun kuasa menghapusnya.

Lihatlah betapa tahun-tahun kita penuh warna.
Sembilan puluh tahun yang dibelai napas kita.
Sembilan puluh tahun yang selalu bangkit
melewatkan tahun-tahun lama yang porak poranda.
Dan kenangkanlah pula
bagaimana kita dahulu tersenyum senantiasa
menghadapi langit dan bumi, dan juga nasib kita.

Kita tersenyum bukanlah kerna bersandiwara.
Bukan kerna senyuman adalah suatu kedok.
Tetapi kerna senyuman adalah suatu sikap.
Sikap kita untuk Tuhan, manusia sesama,
nasib, dan kehidupan.

Lihatlah! Sembilan puluh tahun penuh warna
Kenangkanlah bahwa kita telah selalu menolak menjadi koma.
Kita menjadi goyah dan bongkok
kerna usia nampaknya lebih kuat dari kita
tetapi bukan kerna kita telah terkalahkan.

Aku tulis sajak ini
untuk menghibur hatimu
Sementara kaukenangkan encokmu
kenangkanlah pula
bahwa kita ditantang seratus dewa.

Jumat, 24 Oktober 2008

Ping Pong by Sutardji Calzoum Bachri

Ping di atas pong
Pong di atas ping
Ping ping dibilang pong
Pong pong bilang ping

mau pong? bilang ping

mau mau bilang pong
mau ping? bilang pong
mau mau bilang ping
ya pong ya ping

ya ping ya pong
tak ya pong tak ya ping

kutakpunya ping
kutakpunya pong

pinggir ping kumau pong
tak tak bilang ping
ping pong kumau ping
tak tak bilang pong

sembilu jarakMu merancap nyaring

Mantera by Sutardji Calzoum Bachri

hei Kau dengar manteraku

Kau dengar kucing memanggil-Mu

izukalizu

M a p a k a s a b a itasatali

tutulita

papliko arukazabaku kodega zuzukalibu

tutukaliba dekodega zamzam logotokoco

zukuzangga zegezegeze zukuzangga zege

zegeze zukuzangga zegezegeze zukuzang

ga zegezegeze zukuzangga zegezegeze zu

kuzangga zegezegeze aahh….!

nama-nama kalian bebas

carilah tuhan semaumu

indonesia jangan mati (by ekohm - www.apresiasipuisi.multiply.com)

tersungkur dalam kepenatan
serak parau
kacau malam
indonesia adalah segudang masalah
masalah adalah setumpuk sampahsampah
dan sampahsampah itu menggunung
indonesia...

menitipkan garis kemiskinan yang panjang
menyisakan perang saudara kian lama
menitikkan darahdarah sebangsa setanah air
tragis
rembulan bersinar mengilaukan para koruptor
berbondongbondong masuk daftar list
pemimpin yang rakus menemu akibat
rakyat bingung

akhir dimana kisah bermula tanpa saya tahu
mengapa begini ?
indonesia adalah sampahsampah berserakan
mari kelola sampahsampah itu
jangan biarkan menggunung setinggi langit
tidakkah ada rasa nasionalisme dalam diri
bagaimana jalan panjang nanti ?
semua ini hanyalah membual saja
dan keputusasaan muncul ditengah hiruk kacaunya keadaan sekarang
mau kemana indonesia...

telah terbit matahari disana
indonesia jangan jatuh... sambut hari yang cerah
indonesia jangan tidur... insomnia tidak ada padamu
indonesia jangan mati... sebelum kau bangkitkan segala perjuangan rakyat
telah terbit senyum kemenangan dalam tekad
telah terbit semangat baja dalam diri umat

telah... (semoga benar adanya)

Kamis, 23 Oktober 2008

sajakku melawan kebisuan (Wiji Thukul almarhum - korban orde baru)

. . .
apa guna punya ilmu tinggi
kalau hanya untuk mengibuli
apa guna banyak baca buku
kalau mulut kau bungkam melulu
di mana-mana moncong senjata
berdiri gagah kongkalikong
dengan kaum cukong . . .

. . . sajakku
adalah kebisuan
yang sudah kuhancurkan
sehingga aku bisa mengucapkan
dan engkau mendengarkan

sajakku melawan kebisuan

Puisi untuk Ayah (almarhum) by cermin sebuah hati

Aku tak mampu mengantar kepergianmu
Langit mendung turut berduka
Orang-orang riuh rendah becerita
Tentang segala amal kebaikanmu


Aku datang kepadamu, ayah
Semilir di bawah kamboja dan nisanmu
Aku menangis dan berdoa
Mengenang segala salah dan dosaku kepadamu

Kepergianmu seketika mendewasakan aku
Mengajarkan aku betapa penting arti hidup
Untuk menjadi berguna bagi sesama

Kepergianmu mengajarku
Bagaimana harus mencintai dan menyayangi
Bagaimana harus tulus berkorban dan bersabar
Bagaimana harus berjuang demi anak-anaknya
Hingga saat terakhir hayatmu
Engkau terus berdoa demi kebahagiaan anak-anakmu

Hari ini aku menemuimu, ayah
Lewat sebait puisi untuk mengenangmu
Bila datang saatnya nanti
Kan kuceritakan segala kebesaran dan keagunganmu

Bersama embun fajar kemarau ku sertakan doa
Semoga engkau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya

Ayah,
Aku merindukanmu

On a Bed of Roses (by healing hearts)

On a bed of roses I give myself to you
and as the stars and moon shine down on us
on this magical summer night I hold you oh so tight
For the first time in my life everything feels right

Soft kisses you impress upon my skin,
tenderly caressing every inch with care
Saturating my body and soul with all of you
Whispering I will forever love you and be true

Taking turns in satisfying each other' s needs
until the desire becomes too strong to hold
And passion rides freely upon our lovers field
To our need to become one we both yield

While the warm summer breeze fondles our skin
sweat trickles down two heaving bodies lost in lust
Pace quickens and breath deepens even more
Overwhelming climax leaves us satisfied to the core