Tampilkan postingan dengan label puisi tentang makna hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi tentang makna hidup. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Januari 2009

apa sih hidup itu by ismail faruki

Hidup adalah syukur

Menikmati apa yang kita miliki, di tengah banyaknya orang yang memiliki tanpa bisa menikmati

Melihat ke bawah, di tengah pongahnya orang yang selalu mendongak ke atas

Betapa banyak orang lumpuh menjadi inspirasi

Mengukir karya tanpa peduli keterbatasan diri

Seolah mengejekku yang diam di tengah berlimpahnya nikmat Ilahi


Hidup adalah belajar untuk tinggal bersama dengan langit dan bumi

Memahami ramahnya saat kita kasihi

Memahami marahnya saat kita sakiti

Langit bumi bukanlah warisan ayah bunda yang bisa kita nikmati

Melainkan harta tak ternilai untuk dilindungi

Agar anak cucu kita bahagia di masa depan nanti


Hidup adalah sebuah timbangan yang harus ditegakkan

Antara terbatasnya waktu kita dengan banyaknya amanah yang kita pikul

Antara mendahulukan kewajiban dengan menuntut hak

Antara memberikan yang terbaik untuk segala sesuatu dengan apa yang miliki

Antara menunaikan yang wajib dengan menolak yang haram

Antara menghindari yang syubhat dengan melakukan yang mubah tanpa melebihi batas


Hidup adalah akumulasi pilihan

Mengevaluasi masa kini dari pilihan-pilihan di masa lalu

Merancang masa depan dengan pilihan-pilihan di masa kini

Kadang memilih dengan teliti, kadang dengan intuisi

Tetap mengambil resikonya dan tetap menanggung konsekuensinya

Meski hidup penuh dengan masalah

Meski dosa dan kesalahan berulang

Aku harus tetap bertaubat dan meminta maaf


Maka mengambil pelajaran dari masalah

Tiba-tiba mendewasakanku saat terbangun di esok hari

Yang terberat bahwa hidup adalah internalisasi integritas

Dengan kecilnya mulut kita, mengungkapkan apa yang kita yakini

Dengan kecilnya tangan kita, berjuang untuk melakukan yang telah kita ungkapkan


Tuhan, Engkau telah turunkan petunjuk hidup ini

Tiada sesuatu yang Engkau ciptakan dengan sia-sia

Maha Besar Engkau, maka lindungi aku dari api neraka

Sabtu, 22 November 2008

building by douglas malloch

Brick by brick the Masons builded
Till the highest cross was gilded
With the glory of the sun,
Till the noble task was done.
Step by step and one by one
Wall and rafter, roof and spire
Men were lifting ever higher,
Not in some mysterious way —
With the tasks of every day.
Architects may do their dreaming,
See their visioned turrets gleaming
High above them in the skies;
Yet the wisdom of the wise
Cannot make one roof arise —
Hearts must sing and hands must labor,
Man must work beside his neighbor,
Brick on brick and toil on toil
Building upward from the soil.

So we build a lodge or nation,
On the firmly fixed foundation
Of a flag or craft or creed;
But on top of that we need
Many a noble thought and deed,
Day by day and all the seven,
Building slowly up to heaven,
Till our lives the lives shall seem
Of the Master Builder's dream.