Rabu, 24 Desember 2008

kacamatasayayangbermatakaca by mikerk (www.bigmike-savannaland.blogspot.com)

saya dan kacamata

saya

kacamata

kacamata saya

saya kacamata

mata kaca saya

mata

kaca

saya


kaca kaca kaca kaca ka ca ka ca ka ka ka ka ka ka ka ca ca ca ca ca ca ca cak cak cak

mata mata mata mata ma ta ma ta ma ma ma ma ma ma

ma ma mau mau mau mau ta ta ta ta ta tak tak tak tak tak


mau mau tak tak

tak tak

mau mau

tak tak mau mau

mau tak mau

tak mau tak


tak kacamata tak mau tak

tak mau mata tak mau kaca

tak mau kaca tak mau mata

tak mau kaca mata

tak mau

tak


tak kacamata mau tak mau

mau tak mau kaca

mau tak mau mata

mata mau kaca mau

mau tak mau kacamata


mata mau kaca tak

kaca mau mata tak

mau tak mau mata

mau tak mau kaca

kaca tak

mata tak

kaca mau

mata mau

mau kaca mau mata

mau kacamata

mau


mama kaca

mata saya

mama saya kacamata

kacamata mama saya

kaca saya ada di mata mama

mata mama saya berkaca-kaca


saya kaca

saya mata

mata saya

kaca saya

mana mama saya

mana kacamata mama saya

mana mata mama saya yang berkaca-kaca

mana kaca saya yang bermata di mata mama

mana mata saya yang berkaca-kaca


kacamata saya

adalah

mata saya yang berkaca-kaca


kau?

Minggu, 21 Desember 2008

setiap hari adalah hari ibu (by taman hati)

Bunda selamat hari ibu

Benar, ini tanggal 23, bukan 22

Tak apa

Sebab untukku setiap hari adalah hari Ibu

dari tanggal 1 sampai 31, juga selanjutnya

Bunda tahu,

Bila semua udara bernama cinta

dan bisa kupersembahkan untukmu

Itu tentu belum cukup

dan tak akan pernah cukup

untuk membalas semua kasihmu

yang mengalir

di nadi dan jalanku

: Selamat hari Ibu!

Selamat hari cinta!

Kamis, 11 Desember 2008

syair empat kartu di tangan (by taufiq ismail)

Ini bicara blak-blakan saja, bang
Buka kartu tampak tampang
Sehingga semua jelas membayang

Monoloyalitas kami
sebenarnya pada uang

Sudahlah, ka-bukaan saja kita bicara
Koyak tampak terkubak semua
Sehingga buat apa basi dan basa

Sila kami
Keuangan Yang Maha Esa

Jangan sungkan buat apa yah-payah
Analisa psikis toh cuma kwasi ilmiah
Tak usahlah sah-susah

Ideologiku begitu jelas
ideologi rupiah

Begini kawan, bila dadaku jalani pembedahan
Setiap jeroan berjajar kelihatan
Sehingga jelas sebagai keseluruhan

Asas tunggalku
memang keserakahan.

Selasa, 09 Desember 2008

sajak seorang tua di bawah pohon

inilah sajakku

seorang tua yang berdiri di bawah pohon meranggas
dengan kedua tangan kugendong di belakang
dan rokok kretek yang padam di mulutku

aku memandang jaman
aku melihat gambaran ekonomi
di etalase toko yang penuh merk asing
dan jalan - jalan bobrok antar desa
yang tidak memungkinkan pergaulan
aku melihat penggarongan dan pembusukan
aku meludah di atas tanah

aku berdiri di muka kantor polisi
aku melihat wajah berdarah seorang demonstran
aku melihat kekerasan tanpa undang - undang
dan sebatang jalan panjang
penuh debu
penuh kucing - kucing liar
penuh anak - anak berkudis
penuh serdadu - serdadu yang jelek dan menakutkan

aku berjalan menempuh matahari
menyusuri jalan sejarah pembangunan
yang kotor dan penuh penipuan
aku mendengar orang berkata :


"HAK ASASI MANUSIA TIDAK SAMA DI MANA - MANA
DISINI, DEMI IKLIM PEMBANGUNAN YANG BAIK
KEMERDEKAAN BERPOLITIK HARUS DIBATASI
MENGATASI KEMISKINAN
MEMINTA PENGORBANAN SEDIKIT HAK ASASI"


astaga, tahi kerbo apa ini !!


apa disangka kentut bisa mengganti rasa keadilan ?
di negeri ini hak asasi dikurangi
justru untuk membela yang mapan dan kaya
buruh, tani, nelayan, wartawan dan mahasiswa
dibikin tidak berdaya

o, kepalsuan yang diberhalakan
berapa jauh akan bisa kau lawan kenyataan kehidupan

aku mendengar bising kendaraan
aku mendengar pengadilan sandiwara
aku mendengar warta berita
ada gerilya kota merajalela di eropa
seorang cukong bekas kaki tangan fasis
seorang yang gigih, melawan buruh
telah diculik dan dibunuh
oleh golongan orang - orang marah

aku menatap senjakala di pelabuhan
kakiku ngilu
dan rokok di mulutku padam lagi
aku melihat darah di langit
ya ! ya !
kekerasan mulai mempesona orang
yang kuasa serba menekan
yang marah mulai mengeluarkan senjata
bajingan dilawan secara bajingan
ya!
inilah kini kemungkinan yang mulai menggoda orang
bila pengadilan tidak menindak bajingan resmi
maka bajingan jalanan yang akan mengadili
lalu apa kata nurani kemanusiaan ?
siapakah yang menciptakan keadaan darurat ini ?
apakah orang harus meneladan tingkah laku bajingan resmi ?
bila tidak, kenapa bajingan resmi tidak ditindak ?
apakah kata nurani kemanusiaan ?

o, senjakala yang menyala !
singkat tapi menggetarkan hati !
lalu sebentar lagi orang kan mencari bulan dan bintang - bintang !

o, gambaran - gambaran yang fana !
kerna langit di badan tidak berhawa
dan langit di luar dilabur bias senjakala
maka nurani dibius tipudaya

ya ! ya !
akulah seorang tua !
yang capek tapi belum menyerah pada mati
kini aku berdiri di perempatan jalan
aku merasa tubuhku sudah menjadi anjing
tetapi jiwaku mencoba menulis sajak
sebagai seorang manusia

Minggu, 07 Desember 2008

puisi untuk kambing dan sapi (by gubugragil – www.amor2005.multiply.com)

Suara dan bau mu mengelilingi area rumahku..
Tak seperti biasa aku menghirup udara pagi bercampur bau mu yang khas
Embek…Embek..
Begitulah suara mu..
Betapa kasihannya engkau…
Diikat leher mu hingga sekuat kuatnya berharap agar kau tidak kabur
Mowwww…Mowww..
Tapi engkau tak sendiri..
Banyak teman senasib sepenanggungan menemanimu..
Bahkan teman besar mu yang ukuranmu 5 x kali ukuran mu juga menemanimu..
Ikhlaskan duhai engkau..
Karena engkau merupakan pijakan kami menuju Surga..
Aku tersadar..
Akan kutunaikan salah satu perintahNya..
Idul Adha.
.

Sabtu, 06 Desember 2008

ibu by khalil gibran

Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir - bibir manusia.Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.

Ibu adalah segalanya. Ibu adalah penegas kita dilaka lara, impian kta dalam rengsa, rujukan kita di kala nista.

Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi. Siapa pun yang kehilangan ibunya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa merestui dan memberkatinya.

Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu. Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.

Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian.
Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan. Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya.
Pepohonan dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.

Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.
Penuh cinta dan kedamaian.